Just another WordPress.com site


saat Kita Harus Memilih
Penulis : Andrie Wongso
Senin, 28-Pebruari-2011
Talkshow rutin saya pagi tadi di Radio Sonora mengambil tema “Saat Kita Harus Memilih”. Sekilas tema ini merupakan tema biasa karena pada dasarnya setiap hari kita selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan baik sulit maupun ringan. Namun setiap pilihan selalu membawa konsekuensi yang berpengaruh pada masa depan kita. Karena itu sebaiknya kita mempertimbangkan dengan matang pilihan kita agar tidak menyesal di kemudian hari.

Memang ada kalanya, pilihan yang datang merupakan kesempatan yang harus segera diambil karena jika tidak, kita akan kehilangan momentumnya. Namun tetap pengambilan pilihan harus dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan kita sendiri.

Saya punya ilustrasi begini. Ada seorang karyawan yang menemukan peluang usaha. Karena tak mau membuang kesempatan akhirnya ia keluar dari pekerjaan itu. Tak lama kemudian ia menjalani hidup baru sebagai wirausahawan. Sayangnya dalam perjalanannya, bisnis yang baru beberapa waktu dijalani itu bangkrut. Ia pun berpikir ulang dan meragukan pilihannya jadi pengusaha itu sebagai pilihan yang tepat untuk dirinya. Selain itu karena didorong oleh kebutuhan hidup yang mendesak akhirnya ia memutuskan untuk meminta kembali pekerjaan lamanya, yang tentu saja tidak mudah karena sudah diisi orang lain.

Kejadian itu sudah pasti mencederai sikapnya sekaligus menunjukkan ia tidak matang. Menurut saya, kendatipun gaji kecil, gunakan masa bekerja itu sebagai kesempatan belajar. Jika ingin menjalani hidup sebagai wirausahawan, bersabar dulu, pupuk dulu pengalaman sebanyak-banyaknya. Setelah matang baru ambil kesempatan jadi pengusaha sehingga tak perlu bolak-balik seperti tadi.

Contoh kedua. Ada seorang mahasiswa semester delapan yang sambil kuliah juga aktif menjadi anggota MLM (Multi Level Marketing). Dari kegiatan di MLM ini ia memperoleh pendapatan yang memadai dan bahkan berlebih. Sampai akhirnya ia berhadapan pada pilihan sulit, apakah terus mengembangkan MLM atau menyelesaikan sekolah dulu.

Sering kali, karena berpikir bahwa setelah selesai sekolah pun ujung-ujungnya pasti mencari pekerjaan,sementara ia sudah mendapatnya, akhirnya kuliahnya ia putus. Namun jika kuliahnya ia putus, jika suatu ketika terpikirkan betapa pentingnya menyelesaikan kuliah, saat itu sudah tidak mungkin lagi kembali. Oleh karena itu, sebaiknya selesaikan dulu kuliahnya dan bersabar untuk beberapa waktu. Setelah selesai baru kembali menekuni MLM.

Teman-teman yang luar biasa!

Memang tidak gampang memilih. Namun kita harus berani mempertimbangkan kemampuan kita. Tak perlu tergiur pilihan yang seolah akan membawa kita pada kehidupan lebih baik, karena tanpa didasari kemampuan memadai, kesempatan itu justru bisa mencelakakan kita.

Mari, bersabar sedikit untuk hasil lebih baik dan jauh lebih berarti.

Salam sukses luar biasa!!


Ketika kita diberi amanah atau diberi kepercayaan memimpin kita sering mengatakan saya gak bisa, tetapi ketika sudah berada dalam keadaan memimpin ternyata bisa dan mampu. Ternyata orang-orang diantara kita ada banyak yang tidak sadar akan kenyataan kualitas dirinya dalam memimpin. Memang kalau kita berbesar jiwa menakar kapasitas kepemimpinan kita, maka kita harus dengan teliti melihat di level mana kita berada dalam tingkat tingkat kemampuan kita memimpin. Sebagai seorang pemimpin yang notabenenya adalah sebagai panutan atas apa yang dipimpinnya haruslah mempunyai sifat-sifat kepemimpinan yang arif bijaksan serta wibawa yang tinggi agar disegani oleh kalangan orang yang bekerja bersama kita.
Seorang pemimpin harus memnjadi pribadi pemimpin yang :
1. Pemimpin yang Jujur
Kalaulah seorang pimpinan tidak jujur dengan amanah sebagai pemimpin, maka sudah dapat dipastikan nantilah waktu-waktu kehancurannya. Kalau saya boleh katakan jujur itu sangat mahal bahkan saya pribadi tidak mampu untuk membeli kejujuran tersebut. Misal: saya akan memberikan contoh diri saya pribadi dan teman-teman dari ITS. Kita sebagai mahasiswa ITS tentunya tahu aturan-aturan akademik dari pihak birokrasi, ketika kita ujian dan kita ketahuan melakukan perbuatan tidak jujur (baca: kerjasama, ngerpek, dkk) pasti kita akan mendapatkan sanksi akademik, apa sanksi itu? Kalau di ITS sendiri sanksi akademiknya paling banter adalah DO satu semester. Ketika seorang mahasiswa di DO karena perbuatan tidak jujur tersebut maka mahasiswa tersebut harus istirahat satu semester, dan seperti kita ketahui uang semesteran seorang mahasiswa ITS sebesar Rp. 1.300.000. So konklusinya, kalau boleh saya katakan kejujuran seorang mahasiswa ITS dalam akademik adalah sebesar Rp. 1.300.000. itu masih murah, saya contohkan lagi harga kejujuran yang lebih mahal. Tentunya teman-teman tahu masalah bailout Bank Century, kalaulah nantinya terbukti salah dan ada oknum yang ketahuan tidak jujur melakukan kesalahan, maka harga ketidak jujuran oknum tersebut adalah sebesar 6,7 trilyun rupiah. Mahal bukan???

2. Pemimpin yang Bertanggungjawab
Seorang pemimpin mempunyai tanggungjawab yang lebih, tanggungjawabnya adalah mengkoodinir apa yang dipimpinnya. Kalau seorang pemimpin tidak mau bertanggungjawab silahkan turun dari jabatan anda sebagai seorang pemimpin.
3. Pemimpin yang Visioner
Yang ketiga ini adalah tidak kalah pentingnya. Seorang pemimpin yang mempunyai pandangan jauh kedepan tentu lebih baik dari pada pemimpin yang pola pikirnya hanya tebatas oleh kotak yang membatasinya. Maka seorang pemimpin harus mempunyai pandangan yang jauh kedepan.
4. Pemimpin yang Disiplin
Masalah disiplin masih menjadi bahaya laten bagi kita sendiri, sering kali kita sepakati waktu untuk meeting jam sekian tetapi kita sendiri yang melanggar kesepakatan itu, lalu dengan tanpa bersalah kita menjawabnya “halah biasalah jam Indonesia kan gitu sering ngaret” kebudayaan yang seperti itu yang harus dihilangkan.
5. Pemimpin yang bisa Bekererjasama
Ada suatu situasi dimana seorang harus memimpin dengan otoriter dan full power dalam memerintah orang orangnya.Situasi itu adalah ketika insitusi berada dalam situasi krisis , dan perlu membangkitkan perubahan arah pada orang orangnya yang bermasalah . Dalam situasi seperti pemimpin sepenuhnya dapat menangkap dan memahami sumbermasalah institusinya tanpa perlu lebih dahulu memperlihatkan sikap demokratis dalam menggali masalah yang dihadapi institusinya , karena memang masalahnya mudah dekenali sebagai masalah bersama , dan sangat mustahil ada perbedaan persepsi terhadap masalah itu .Setelah itu sang pemimpin segera memulai menyelesaikan masalah institusinya.Bahkan lebih lanjut segera membawa institusinya kearah yang dikehendaki, walaupun dalam situasi sulit. Oleh karena itu kita dituntut harus bisa bekerjasama dengan semua orang terutama dengan relasi kerja kita.
6. Pemimpin yang Adil
Arti adil disini adalah tidak berat sebelah atau tidak memihak. Ketika ada pembagian job atau yang semacam seorang pemimpin harus pintar-pintar membagi porsi kepada relasi kerjanya, karena kalau tida aka nada statement yang tiadak mengenakan dari relasi kerjanya.
7. Pemimpin yang Peduli
Yang terakhir adalah peduli, maksudnya adalah peduli terhadap lingkungan sekitar janagan sampai kita bersikap apatis yang tidak mau tau urusan dan penderitaaan orang lain janagan sampai ada kata-kata “masa bodoh emang urusan ku apa, urusin aja ndiri”.

Nah sekarang gimana dengan kita, sudahkah kita memenuhi beberapa sifat diatas tersebut? Bukankah kita adalah seorang pemimpin, paling tidak pemimpin bagi dirinya sendiri yang nantinya akan dimintai pertanggungjawaban.

Salam Perjuangan!!!



6XTFlfcfwTPOET0A7mKifvjbjgrIciZgQpMgc+grOMPANUW+m0Jyd28meZxx29YP6Gm+NyxZhICwO0T75zBioXS+pXFgOILdyIySSP0BqTq7qMkD+/JiOGHJHzDR7RU01JjXUFbvbfN/1AqsgT8waCSzD1zTtPdDA7iJYGNwmDM+aD2B7UPT6sEMDOdsgCRAPfbwPnSEqASsgNKiAZBmdwEiee1OkU2MvXFJMsEGBCgtPvmP6NQReKkwSRmFgwQAT+XHapo0RVtz7yBmCo83YMoPMzj61DGjO8sogf3eJ5G0jsf9q1il0YyZo9aQGEbSuVBEyeYFSNL51fA3NHlIEEZ49MgzVXprB/MTOQQRBMBip/r0qRZuiFPmJkSCRMLA3D6n6gGlKCfQBt22Sxfaw2gExhZ7kj1JCmmvPi+ZW2FoiBG2Yk/TNT7+rRtjBoQnazDgMPLuI9TANRtVbQXPE8TBO0AZExE4BjPrFEAGrciAxITeAX2klWidxCiYndBpx615ARnztiDO0iRAPNL0/VgSSwg+UnsZn8X2pHtKzSSoKmRJI7zPEA9v0o2p8NAB6frNwbPEtAAA2CSd4jJnA+VRv+M/8AgP0qLqbu2QBAJjcCQcEjI7039zH/AHD9m/0q/Tj3HtJupuM/kcg5DbRjafSR880oukKCEkKSQJiSB6d+9RbFwk5JOTyfY0li8xs5JMExk4x29KuqXA+hKey07pBZoCr22/X5xNTdTf8AC2IIZ7edwPDMQdo7Eiqy4xDJH923/BqZdY+H9CfqVyahq6RJeabVorXFdFZSyZHYzMAT5hjNVvVUPiYOTEZwFHbOAKiak7UxjCcY7VbdSc/u65OSKUVTKZA6au1N2ZYAKwzkngADgQT9ak9O0pz4jyoI3CcZkHPAMD6CrJrCgYUDyngAflqFpT5Y7bjjtkOKW7kV9i1vLbuKReR0a2dv9mCN5ONpHMDapLAih3epEA/gMgKyqIBYGCc5MjPzFE1LE2tTJna6kexiMelVvT3JUkkk7Vyf8dYpXHkRHvdLbarqQxhwwjEgggEzyQT9arxqmE+IFHAgRyYMEcelbDqVsBdLAGbmfeIifWsvokDXE3AGWuEzmTuuZPvgfaunHK1bK7EzSRdsEMTbgzIx5HKg8fmlTHBzUrVNbfu0hLYX+8FVFE9tg71WdTMWtP72gx92DkAn1Md6B1XCAjBIsgnvBt5E+lTtuRFFnprNttq2wzN5QNuwLiCTxLCRPzAomoupvdEHnKbpzl1YMYBx2P3oXT7pWxeKkg+GokGDG8CJHtQNYf7ZT33/AMUNFe5kdCdZuDwrwXytcIb8QJeAdwWYPc47UK70ybAueJu22xKQSxEcgfMn7iga/wD+VdHbwAY7SFwaka1z4dzPF1f/AMKXSvmaNEC5r2faARuKpExACHBB7Yk81H0l95YhsYwMiCfKMflyRQWP9vcHYPx/mq8dAEUgAE+HJHPC963cVEmisuL4fnaYmNoPb78VP0nW23KFG1SyrIkEAkZkZOD7Vl77mTn8x/lVvdYjUIAYEpgcflpPGqsquLLexeAa4T+WQpmSIJAImRBH86hvdcAkxwxGFA9Mn1xxJoOqwzxjyv8AzpLaAugIBEnB+dZpEWyNo9SFJkEk8ieIk+lEbWgFQvGI4MR3B7RVPq284+T/AP3Ua2ZRJz5jz8q22ItmishRbxzOWP12kj5ifrULVX2kHbgNkd/fND6Q0i5P90/pcWKk3Dj6msv+1DRHvX2DB1AheQYgTPIHPNCOqBG08diZ98T3EGhKMsfb+Yp/UEEnA/Ev6ittqDuC0mpXcVuZRuWGORzE+sfarCX/ALw/z/71W2PynuGgewnirCikVR//2Q==
Jangan mengukur sukses Anda dengan menghitung simbol-simbol prestise Anda dan meniru orang lain, tetapi dengan menghidupkan aspek-aspek mekanisme sukses :

S : Sense of direction (arah tujuan).
Anda mesti punya tujuan, suatu keinginan atau cita-cita yang ada dalam berbagai kemampuan anda.

U : Understanding (pengertian).
Anda harus memahami kebutuhan-kebutuhan Anda dan orang lain. Mungkin Anda sebuah pulau dalam diri Anda, tetapi Anda sebetulnya “tanah daratan” bersama orang lain.

C : Courage (keberanian).
Anda harus memiliki kebe-ranian untuk memanfaatkan kesempatan Anda dalam hidup. Jika Anda berbuat kesalahan, cobalah lagi dan lagi! Renungkanlah kata-kata Alfieri : “Seringkali keberanian teruji bukan untuk mati tetapi untuk hidup”

C : Compassion (rasa belas kasihan).
Anda harus punya belas kasih terhadap diri Anda sendiri dan juga orang lain. Anda mesti melihat diri anda dan orang lain dengan mata yang baik jika ingin bahagia dan membuang perasaan-perasaan sepi yang menakutkan. Schopenhauer berkata : “ Belas kasihan adalah dasar dari segala moralitas”

E : Esteem (penghargaan).
Jika Anda tidak memiliki rasa hormat atau penghargaan terhadap diri sendiri, tak seorang pun akan memberikan penghargaan pada Anda.Epictetus, filsuf Yunani pernah mengatakan, “Apa yang telah kubuat hilang ; apa yang telah kuberikan kudapatkan.”Ketika Anda menyumbangkan sesuatu untuk hidup Anda, Anda memperbesar rasa harga diri Anda ( sense of worth).

S : Self-acceptance (penerimanaan diri).
Anda harus menerima diri Anda sebagaimana Anda adanya. Jangan pernah mencoba menjadi orang lain. George Bernard Shaw mengatakan, “Lebih baiklah menjaga keberhasilan dan kecermelangan diri Anda, karena Anda adalah pintu untuk melihat dunia”. Kita dapat mengatakan, “Lebih baik menjaga kebersihan dan kecermelangan citra diri kita, karena ia pintu untuk melihat dunia ini”.

S : Self-confidence (percaya diri).
Anda harus ingat akan kepercayaan dan sukses-sukses yang lalu dalam segala usaha Anda sekarang. Anda mesti berkonsentrasi pada sukses Anda seperti para pemain profesional dalam olahraga. Mereka melupakan saat-saat kalah di masa lalu dan berusaha untuk menang sekarang ini. Anda harus pakai teknik tersebut untuk menjadi juara dalam seni kehidupan ini dengan mengingat bahwa Anda tidak dapat menjadi seorang juara 100% setiap kali.

Created by Rudy Lim
rudyhdlim@yahoo.com
Founder of Winner’s Club

Ada sejumlah indikator kunci yang bisa digunakan untuk melacak sejauh mana seseorang memiliki work engagement yang kokoh. GallupOrganization, sebuah lembaga riset human behavior terkemuka, telah merancang sebuah instrumen yang mereka sebut sebagai Q -12 untuk mengidentifikasi level engagement itu.

Instrumen Q 12 ini berisikan 12 pertanyaan (questions) yang layak kita eksplorasi disini.

1. Pertanyaan yang pertama adalah : Dalam pekerjaan Anda, apakah Anda mengetahui dengan jelas ekspektasi yang diharapkan dari Anda? Pertanyaan ini penting, sebab jangan-jangan selama ini Anda tak tahu persis apa tujuan dan harapan dari atasan mengenai hasil akhir pekerjaan yang diinginkan.

2. Apakah Anda dibekali dengan peralatan dan bahan yang tepat serta diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan Anda dengan benar? Kira-kira fasilitas kantor Anda sudah oke atau belum? Apakah komputer yang Anda pakai sudah kelas Dual Core atau masih kelas Pentium (pentium 2 lagi); apakah ruang kerja Anda sudah nyaman, atau sebaliknya, kumuh bak terminal bis?

3. Dalam menuntaskan tugas, apakah Anda diberi kesempatan dan didorong untuk mempersembahkan yang terbaik setiap harinya? Adakah atasan dan segenap lingkungan kantor secara simultan mendorong Anda to do your best every single day?

4. Dalam tujuh hari terakhir, apakah Anda pernah menerima pujian dan apresiasi atas tugas yang telah Anda selesaikan dengan sempurna? Jangan-jangan selama kerja puluhan tahun, Anda ndak pernah menerima secuilpun apresiasi dan pujian? Duh.

5. Apakah atasan atau rekan kerja menganggap Anda sebagai “a person” ? Mungkin Anda sendiri tahu maknanya, tanpa perlu dijelaskan.

6. Apakah di kantor ada seseorang yang care dan selalu meng-encourage pengembangan diri Anda? Atau Anda dibiarkan untuk melakoni rute panjang pengembangan diri itu sendirian. Dibiarkan mengembara dalam sepi dan kesunyian…

7. Dalam proses penyelesaian pekerjaan, Apakah opini dan pendapat Anda dihargai? Atau sebaliknya, dicuekin melulu (aduh capek deh….).

8. Apakah visi/misi perusahaan membuat Anda merasa bangga dengan tugas yang Anda kerjakan sekarang? Atau jangan-jangan Anda sendiri tak pernah tahu visi/misi perusahaan Anda. Hello……

9. Apakah segenap rekan kerja Anda memiliki komitmen untuk merampungkan pekerjaan yang berkualitas? Atau semuanya bekerja dengan semangat ala kadarnya saja.

10. Apakah Anda memiliki best friend di kantor? Ah, temen sejati gw sih cuman ada di Facebook, begitu mungkin hati Anda berbisik. Wah cilaka, kalo begitu.

11. Dalam enam bulan terakhir, apakah ada someone yang berbicara dengan Anda mengenai perkembangan ketrampilan Anda? About your progress?

12. Dalam setahun ini, apakah Anda memiliki sejumlah peluang to learn and grow? Tumbuh dan berkembang menjadi insan yang produktif nan termotivasi?

Itulah 12 pertanyaan kunci dalam Gallup Q-12. Jika Anda memberikan jawaban negatif lebih dari 10 pertanyaan diatas; kemungkinan Anda mengalami apa yang disebut “actively dis-enganged”. Kalau ada lebih dari 6 jawaban negatif berarti Anda merasa “dis-engaged”.

Kalau demikian, jangan hanya pasif belaka. Do something. Email-kan 12 pertanyaan kunci diatas kepada CEO atau HR Director di kantor Anda; dan kemudian bangunlah dialog untuk mencari solusi yang paling optimal. Sebab hanya dengan itulah, spirit motivasi Anda dan semua rekan kerja Anda bisa terus menyala.

Oke, salam semangat pagi teman !! Semoga hari ini, motivasi Anda semua bisa terus berkibar sepanjang hari !!

pengolahan air

pengolahan air gambut
alat
proses
Reverse Osmosis Membrane adalah suatu alat untuk mengolah air asin dari laut, air gambut dan air limbah perumahan atau industri menjadi air bersih yang layak minum.

Pada pengolahan air laut, air asin yang jumlah garamnya 3 – 4,5 % harus dipisahkan dengan menggunakan teknologi desalinasi, antara lain dengan proses distilasi (penguapan), proses elektrodialisis, dan proses dengan menggunakan membran seperti teknik Reverse Osmosis (R/O).

Reverse Osmosis adalah istilah teknologi yang berasal dari osmosis sebuah fenomena alam dalam sel hidup di mana molekul solvent (biasanya air) akan mengalir dari daerah berkonsentrasi rendah ke daerah berkonsentrasi tinggi melalui membran supermeable. Membran ini menunjuk ke membran sel atau membran apapun yang memiliki struktur yang mirip atau bagian dari itu. Gerakan dari solvent berlanjut sampai sebuah konsentrasi yang seimbang tercapai pada 2 sisi membran.

Disini terjadi suatu proses pemaksaan sebuah solvent dari sebuah daerah konsentrasi solute tinggi melalui sebuah membran ke sebuah daerah “solute” rendah dengan menggunakan tekanan melebihi tekanan osmotik. Dalam istilah lebih mudah, ia mendorong sebuah solusi melalui filter yang menangkap solute dari 1 sisi dan membiarkan pendapatan solvent murni dari sisi satunya.

Reverse Osmosis merupakan tingkat penyaringan yang ke-5 atau teknologi penyaringan yang tertinggi pada saat ini. Dalam proses ini terjadi penyerapan air melalui membran (filter), sekaligus memblok kandungan partikel dan molekul lainnya, yang terkandung di dalam air. Dengan hyperfiltration, R/O memaksa air beserta molekulnya, menembus membran. Sebagaian besar air yang tidak dapat menembus membran ini, akan berbalik arah untuk diproses kembali dengan menambahkan tekanan pada larutan yang lebih padat (air terpolusi) melalui membran semi-permiabel, sehingga menghasilkan air bersih yang bebas dari polutan.

Membran R/O berteknologi tinggi ini mempunyai pori-pori yang sangat kecil, yaitu hanya 0,0001 mikron (500.000 kali lebih kecil dibandingkan sehelai rambut manusia). Dengan membran ini maka dapat menyingkirkan berbagai mikroorganisme, logam berat, bakteri, virus, bahan anorganik dan bahan berbahaya lainnya yang terlarut dalam air.

Dengan demikian hanya molekul air saja yang dapat menembus membran sehingga dapat menghasilkan air 99,99% . Karena air yang dihasilkan sedemikian murni maka sering disebut air murni R/O.

Pustaka :

Danial/fadjar.P, Majalah Tren Konstruksi edisi Agustus 2010

Beberapa Unsur Hara Yang Dibutuhkan Tanaman :
Karbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Belerang (S), Besi (Fe), Mangan (Mn), Boron (B), Mo, Tembaga (Cu), Seng (Zn) dan Klor (Cl). Unsur hara tersebut tergolong unsur hara Essensial.
Berdasarkan jumlah kebutuhannya bagi tanaman, dikelompokkan menjadi dua, yaitu:

1.Unsur Hara Makro
Unsur hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah besar

2.Unsur Hara Mikro
Unsur hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah kecil
1. Unsur Hara Makro
Unsur hara makro meliputi: N, K, P, Ca, Mg dan S
2. Unsur Hara Mikro
Unsur hara mikro meliputi : Fe,Mn,B,Mo,Cu ,Zn dan Cl

Tiap-tiap unsur hara mempunyai fungsi/khasiat tersendiri dan mempengaruhi proses-proses tertentu dalam perkembangan dan pertumbuhan tanaman. Berikut ini uraian singkat fungsi/khasiat unsur hara bagi tanaman, yakni:
1. Karbon (C)
Penting sebagai pembangun bahan organik karena sebagian besar bahan kering tanaman terdiri dari bahan organik, diambil tanaman berupa C02.
2. Oksigen
Terdapat dalam bahan organik sebagai atom dan termasuk pembangunan bahan organik, diambil dari tanaman berupa C02, sumbernya tidak terbatas dan diperlukan untuk bernafas.
3. Hidrogen
Merupakan elemen pokok pembangunan bahan organik, sumbernya dari air dan jumlahnya tidak terbatas.
4. Nitrogen (N)
Diambil dan diserap oleh tanaman dalam bentuk : NO3- NH4+
Fungsi Nitrogen bagi tanaman adalah:
a. Diperlukan untuk pembentukan atau pertumbuhan bagian vegetatif tanaman, seperti daun, batang dan akar.
b. Berperan penting dalam hal pembentukan hijau daun yang berguna sekali dalam proses fotosintesis.
c. Membentuk protein, lemak dan berbagai persenyawaan organik.
d. Meningkatkan mutu tanaman penghasil daun-daunan.
e. Meningkatkan perkembangbiakan mikro-organisme di dalam tanah.
Adapun sumber Nitrogen adalah :
a. Terjadi petir di udara ternyata dapat menghasilkan zat Nitrat, yang kemudian di bawa air hujan meresap ke bumi.
b. Sisa-sisa tanaman dan bahan-bahan organik.
c. Mikrobia atau bakteri-bakteri.
d. Pupuk buatan (Urea, ZA dan lain-lain)
5. Fosfor
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk : H2PO4- HPO4–
Secara umum, fungsi dari Fosfor (P) dalam tanaman dapat dinyatakan sebagai berikut :
a. Merangsang pertumbuhan akar, khususnya akar benih/tanaman muda.
b. Mempercepat serta memperkuat pertumbuhan tanaman muda menjadi tanaman dewasa dan menaikkan prosentase bunga menjadi buah/biji.
c. Membantu asimilasi dan pernafasan sekaligus mempercepat pembungaan dan pemasakan buah, biji atau gabah.
d. Sebagai bahan mentah untuk pembentukan sejumlah protein tertentu.
6. Kalium (K)
Diambil/diserap tanaman dalam bentuk : K+
Fungsi Kalium bagi tanaman adalah :
a. Membantu pembentukan protein dan karbohidrat.
b. Berperan memperkuat tubuh tanaman, mengeraskan jerami dan bagian kayu tanaman, agar daun, bunga dan buah tidak mudah gugur.
c. Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kekeringan dan penyakit.
d. Meningkatkan mutu dari biji/buah.
Sumber-sumber Kalium adalah :
a. Beberapa jenis mineral.
b. Sisa-sisa tanaman dan lain-lain bahan organis.
c. Air irigasi serta larutan dalam tanah.
d. Pupuk Buatan (KCl, ZK dan lain-lain)
e. Abu tanaman misalnya: abu daun teh muda mengandung sekitar 50% K2O
7. Kalsium (Ca)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Ca++
Fungsi kalsium bagi tanaman adalah:
a. Merangsang pembentukan bulu-bulu akar
b. Berperan dalam pembuatan protein atau bagian yang aktif dari tanaman
c. Memperkeras batang tanaman dan sekaligus merangsang pembentukan biji
d. Menetralisir asam-asam organik yang dihasilkan pada saat metabolisme
e. Kalsium yang terdapat dalam batang dan daun dapat menetralisirkan senyawa atau suasana keasaman tanah
8. Magnesium (Mg)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Mg++
Fungsi magnesium bagi tanaman ialah:
a. Magnesium merupakan bagian tanaman dari klorofil
b. Merupakan salah satu bagian enzim yang disebut Organic pyrophosphatse dan Carboxy peptisida
c. Berperan dalam pembentukan buah
Sumber-sumber Magnesium adalah:
a. Batuan kapur (Dolomit Limestone) CaCO3MgCO3
b. Garam Epsom (Epsom salt) MgSO4.7H2O
c. Kleserit MgSO4.H2O
d. Magnesia MgO
e. Zat ini berasal dari air laut yang telah mengalami proses sedemikian:
Mg Cl2 + Ca(OH)2 ——– Mg (OH)2 + Ca Cl2
Mg (OH)2—-panas—— Mg O + H2O
f. Terpentin Mg3SiO2 (OH)4
g. Magnesit MgCO3
h. Karnalit MGCl2KCl. 6H2O
i. Basic slag
j. Kalium Magnesium Sulfat (Sulfat of Potash Magnesium)
9. Belerang (Sulfur = S)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: SO4-
Fungsi belerang bagi tanaman ialah:
a. Berperan dalam pembentukan bintil-bintil akar
b. Merupakan unsur yang penting dalam beberapa jenis protein dalam bentuk cystein, methionin serta thiamine
c. Membantu pertumbuhan anakan produktif
d. Merupakan bagian penting pada tanaman-tanaman penghasil minyak, sayuran seperti cabai, kubis dan lain-lain
e. Membantu pembentukan butir hijau daun
Sumber-sumber belerang adalah:
a. Sisa-sisa tanaman dan lain-lain bahan organis
b. Bahan ikutan dari pupuk anorganik (buatan) seperti pupuk ZA dan pupuk Superfosfat
10. Besi (Fe)
Diambil atau diserap oleh tanaman dalam bentuk: Fe++
Fungsi unsur hara besi (Fe) bagi tanaman ialah:
a. Zat besi penting bagi pembentukan hijau daun (klorofil)
b. Berperan penting dalam pembentukan karbohidrat, lemak dan protein
c. Zat besi terdapat dalam enzim Catalase, Peroksidase, Prinodic hidroginase dan Cytohrom oxidase
Sumber-sumber besi adalah:
a. Batuan mineral Khlorite dan Biotit
b. Sisa-sisa tanaman dan lain-lain bahan organis
11. Mangan (Mn)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Mn++
Fungsi unsur hara Mangan (Mn) bagi tanaman ialah:
a. Diperlukan oleh tanaman untuk pembentukan protein dan vitamin terutama vitamin C
b. Berperan penting dalam mempertahankan kondisi hijau daun pada daun yang tua
c. Berperan sebagai enzim feroksidase dan sebagai aktifator macam-macam enzim
d. Berperan sebagai komponen penting untuk lancarnya proses asimilasi
Sumber-sumber Mangan adalah:
a. Batuan mineral Pyroluste Mn O2
b. Batuan mineral Rhodonite Mn SiO3
c. Batuan mineral Rhodochrosit Mn CO3
d. Sisa-sisa tanaman dan lain-lain bahan organis
12. Tembaga (Cu)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Cu++
Fungsi unsur hara Tembaga (Cu) bagi tanaman ialah:
a. Diperlukan dalam pembentukan enzim seperti: Ascorbic acid oxydase, Lacosa, Butirid Coenzim A. dehidrosenam
b. Berperan penting dalam pembentukan hijau daun (khlorofil)
13. Seng (Zincum = Zn)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Zn++
Fungsi unsur hara Seng (Zn) bagi tanaman ialah:
a. Dalam jumlah yang sangat sedikit dapat berperan dalam mendorong perkembangan pertumbuhan
b. Diperkirakan persenyawaan Zn berfungsi dalam pembentukan hormon tumbuh (auxin) dan penting bagi keseimbangan fisiologis
c. Berperan dalam pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan biji/buah
Seng dalam tanah terdapat dalam bentuk:
1. Sulfida Zn S
2. Calamine Zn CO3
14. Molibdenum (Mo)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Mo O4-
Fungsi unsur hara Molibdenum (Mo) bagi tanaman ialah:
a. Berperan dalam mengikat (fiksasi) N oleh mikroba pada leguminosa
b. Sebagai katalisator dalam mereduksi N
c. Berguna bagi tanaman jeruk dan sayuran
Molibdenum dalam tanah terdapat dalam bentuk Mo S2
15. Boron (Bo)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Bo O3-
Fungsi unsur hara Boron (Bo) bagi tanaman ialah:
a. Bertugas sebagai transportasi karbohidrat dalam tubuh tanaman
b. Meningkatkan mutu tanaman sayuran dan buah-buahan
c. Berperan dalam pembentukan/pembiakan sel terutama dalam titik tumbuh pucuk, juga dalam pembentukan tepung sari, bunga dan akar
d. Boron berhubungan erat dengan metabolisme Kalium (K) dan Kalsium (Ca)
e. Unsur hara Bo dapat memperbanyak cabang-cabang nodule untuk memberikan banyak bakteri dan mencegah bakteri parasit
Boron (Bo) dalam tanah terdapat dalam bentuk:
a. Datolix Ca (OH)2 BoSiO4
b. Borax Na2 Bo4 O2. 10H2O
16. Khlor (Cl)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Cl –
Fungsi unsur hara Khlor (Cl) bagi tanaman ialah:
a. Memperbaiki dan meninggikan hasil kering dari tanaman seperti: tembakau, kapas, kentang dan tanaman sayuran
b. Banyak ditemukan dalam air sel semua bagian tanaman
c. Banyak terdapat pada tanaman yang mengandung serat seperti kapas, sisal

Disamping ke-16 unsur hara esensial tersebut masih ada unsur-unsur lain yang berhubungan erat dengan tanaman yaitu:

1. Natrium (Na)
Natrium dapat memperbaiki pertumbuhan tanaman apabila tanaman yang dimaksud menunjukkan gejala kekurangan Kalium (K). Natrium dalam proses fisiologi dengan K, yaitu menghalangi atau mencegah pengambilan/penyerapan K yang berlebihan.
2. Silikum (Si)
Tanaman rumput-rumputan, seperti alang-alang dan padi ternyata banyak yang menyerap Si.
Dibandingkan dengan unsur hara N dan P, ternyata Si dalam tanaman lebih besar jumlahnya.
3. Nikel (Ni)
Unsur ini merupakan aktifator daripada enzim, dalam bentuknya yang kecil dapat mempercepat pertumbuhan tanaman.
4. Titan (Ti)
Unsur Titan selalu terdapat dalam tanaman, dan banyak terdapat pada nodula dan legum. Dengan pemberian Ti SO4 nodula akan bertambah sedangkan fiksasi menjadi lebih meningkat.
5. Selenium
Jumlah yang berlebihan tidak menimbulkan kerusakan bagi tanaman, akan tetapi menimbulkan keracunan bagi binatang yang memakan tumbuhan tersebut.
6. Vanadium
Berfungsi mempercepat reproduksi azotobacter yang mengakibatkan meningkatnya fiksasi N dari udara.
7. Argon
Unsur Argon dibutuhkan tanaman untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Kelebihan unsur ini dapat menyebabkan keracunan pada tanaman. Keracunan akar oleh Argon banyak terdapat pada tanah persawahan.
8. Yodium
Unsur yodium walaupun keadaannya sedikit ternyata diperlukan bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang sehat.

http://pusri.wordpress.com/2007/10/01/khasiat-unsur-hara-bagi-tanaman

I. PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang
Peningkatan produksi pertanian dapat dilakukan melalui peningkatan produktivitas atau perluasan lahan yang diperlukan untuk mendukung pembangunan pertanian. Dalam peningkatan produktivitas dan/atau perluasan lahan masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain konversi, degradasi, ketersediaan sumber daya lahan, ancaman variabilitas, dan/atau perubahan iklim.
Keterbatasan lahan produktif menyebabkan ekstensifikasi pertanian mengarah pada lahan-lahan marjinal. Lahan gambut adalah salah satu jenis lahan marjinal yang dipilih, terutama oleh perkebunan besar, karena relatif lebih jarang penduduknya sehingga kemungkinan konflik tata guna lahan relatif kecil.
Indonesia memiliki lahan gambut terluas di antara negara tropis, yaitu sekitar 21 juta ha, yang tersebar terutama di Sumatera, Kalimantan dan Papua (BB Litbang SDLP, 2008). Namun karena variabilitas lahan ini sangat tinggi, baik dari segi ketebalan gambut, kematangan maupun kesuburannya, tidak semua lahan gambut layak untuk dijadikan areal pertanian. Dari 18,3 juta ha lahan gambut di pulau-pulau utama Indonesia, hanya sekitar 6 juta ha yang layak untuk pertanian.
Salah satu upaya dalam peningkatan produktivitas atau perluasan pembangunan perkebunan kelapa sawit dapat dilakukan melalui pemanfaatan lahan gambut. Gambut merupakan tanah hasil akumulasi timbunan bahan organik dengan komposisi lebih dari 65% (enam puluh lima prosen) yang terbentuk secara alami dalam jangka waktu ratusan tahun dari lapukan vegetasi yang tumbuh di atasnya yang terhambat proses dekomposisinya karena suasana anaerob dan basah.
Setiap lahan gambut mempunyai karakteristik yang berbeda tergantung dari sifat sifat dari badan alami yang terdiri dari atas sifat fisika, kimia, dan biologi serta macam sedimen di bawahnya, yang akan menentukan daya dukung wilayah gambut, menyangkut kapasitasnya sebagai media tumbuh, habitat biota, keanekaragaman hayati, dan hidrotopografi.
Pengusahaan budidaya kelapa sawit pada dasarnya dilakukan di lahan mineral. Oleh karena keterbatasan ketersediaan lahan, pengusahaan budidaya kelapa sawit dapat dilakukan di lahan gambut dengan memenuhi kriteria yang dapat menjamin kelestarian fungsi lahan gambut, yaitu: (a) diusahakan hanya pada lahan masyarakat dan kawasan budidaya, (b) ketebalan lapisan gambut kurang dari 3 (tiga) meter, (c) substratum tanah mineral di bawah gambut bukan pasir kuarsa dan bukan tanah sulfat masam; (d) tingkat kematangan gambut saprik (matang) atau hemik (setengah matang); dan (e) tingkat kesuburan tanah gambut eutropik.

1. 2. Tujuan Penulisan
mengetahui pemanfaatan lahan gambut untuk budidaya kelapa sawit sebagai upaya mewujudkan pengelolaan lahan gambut secara berkelanjutan dengan tetap memerhatikan kelestarian fungsi lingkungan,
dengan tujuan:
1.2.1. mengembangkan budidaya kelapa sawit;
1.2.2. memelihara kelestarian fungsi lahan gambut; dan
1.2.3. meningkatkan produksi dan pendapatan produsen kelapa sawit.

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Lahan Gambut
Lahan gambut adalah lahan yang memiliki lapisan tanah kaya bahan organik (C-organik > 18%) dengan ketebalan 50 cm atau lebih. Bahan organik penyusun tanah gambut terbentuk dari sisa-sisa tanaman yang belum melapuk sempurna karena kondisi lingkungan jenuh air dan miskin hara. Oleh karenanya lahan gambut banyak dijumpai di daerah rawa belakang (back swamp) atau daerah cekungan yang drainasenya buruk (http://balittanah.litbang.deptan.go.id).
Gambut terbentuk dari timbunan sisa-sisa tanaman yang telah mati, baik yang sudah lapuk maupun belum. Timbunan terus bertambah karena proses dekomposisi terhambat oleh kondisi anaerob dan/atau kondisi lingkungan lainnya yang menyebabkan rendahnya tingkat perkembangan biota pengurai. Pembentukan tanah gambut merupakan proses geogenik yaitu pembentukan tanah yang disebabkan oleh proses deposisi dan tranportasi, berbeda dengan proses pembentukan tanah mineral yang pada umumnya merupakan proses pedogenik (Hardjowigeno, 1986).
Gambut merupakan tanah yang terbentuk dari bahan organik pada fisiografi cekungan atau rawa, akumulasi bahan organik pada kondisi jenuh air, anaerob, menyebabkan proses perombakan bahan organik berjalan sangat lambat, sehingga terjadi akumulasi bahan organik yang membentuk tanah gambut. Di Kalimantan proses pembentukan gambut terjadi baik pada daerah pantai maupun di daerah pedalaman dengan fisiografi yang memungkinkan terbentuknya gambut, oleh sebab itu kesuburan gambut sangat bervariasi, gambut pantai yang tipis umumnya cukup subur, sedang gambut pedalaman seperti di Bereng Bengkel Kalimantan Tengah kurang subur (Tim Fakultas Pertanian IPB, 1986; Harjowigeno, 1996; dan Noor, 2001).

2.2. Pengelolaan air gambut

Air merupakan unsur penting bagi pertumbuhan tanaman. Disamping berfungsi langsung dalam proses pertumbuhan tanaman, air di lahan gambut juga berperan dalam mengendalikan gulma, mencuci senyawa-senyawa beracun, mensuplai unsur hara, media budidaya ikan, mencegah kebakaran, mencegah oksidasi pirit, dan sarana transportasi. Di lain pihak, air juga menjadi kendala jika volumenya berlebihan, keberadaannya tidak bisa diatur, dan kualitasnya kurang baik. Seluruh faktor tersebut harus diperhatikan.
Reklamasi gambut untuk pertanian tanaman tahunan memerlukan jaringan drainase makro yang dapat mengendalikan tata air dalam satu wilayah dan drainase mikro untuk mengendalikan tata air di tingkat lahan. Sistem drainase yang tepat dan benar sangat diperlukan pada lahan gambut, baik untuk tanaman pangan maupun perkebunan. Sistem drainase yang tidak tepat akan mempercepat kerusakan lahan Gambut.
komponen penting dalam pengaturan tata air lahan gambut adalah bangunan pengendali berupa pintu air di setiap saluran. Pintu air berfungsi untuk mengatur muka air tanah agar tidak terlalu dangkal dan tidak terlalu dalam. Tanaman tahunan memerlukan saluran drainase dengan kedalaman berbeda-beda. Tanaman karet memerlukan saluran drainase mikro sekitar 20 cm, tanaman kelapa sedalam 30-50 cm, sedangkan tanaman kelapa sawit memerlukan saluran drainase sedalam 50-80 cm. Gambut yang relatif tipis (3m diperuntukkan sebagai kawasan konservasi sesuai dengan Keputusan Presiden No. 32/1990. Hal ini disebabkan kondisi lingkungan lahan gambut dalam yang rapuh (fragile) apabila dikonversi menjadi lahan pertanian.
Kawasan budidaya adalah kawasan yang dinilai layak untuk usaha di bidang pertanian dan berada di luar kawasan non budidaya dan preservasi. Pemanfaatan lahan rawa di kawasan budidaya selanjutnya harus disesuaikan dengan tipologinya, yaitu: a). Lahan potensial, bergambut, aluvial bersulfida dalam, gambut dangkal sampai kedalaman 75 cm dapat ditata sebagai sawah; b). Gambut dengan kedalaman 75 – 150 cm untuk hortikultura semusim, Padi gogo, Palawija, dan tanaman tahunan; c). Gambut hingga kedalaman 2,5 m hanya untuk perkebunan seperti Kelapa, Kelapa sawit, dan Karet; d). Gambut lebih dari 2,5 m sebaiknya digunakan untuk budidaya tanaman kehutanan (Najiyati dkk, 2005).

3.4. Budidaya Kelapa Sawit pada Lahan Gambut

Budidaya perkebunan Kelapa sawit berskala besar telah dikembangkan di lahan gambut Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan, pembangunan kebun dilakukan pada gambut dengan ketebalan antara 1- 5 meter. Produksi tanaman di lahan gambut bervariasi sekitar 12 ton/ha – 25 ton/ha. Adapun produksi kelapa sawit di gambut tebal Kalimantan Barat pada tanaman tahun kedelapan sekitar 14 ton/ha (Sagiman, 2005).
Pemadatan tanah diperlukan untuk tanaman perkebunan berbentuk pohon seperti kelapa sawit, kelapa dan karet. Daya sangga tanah (bearring capacity) yang rendah dari tanah gambut dapat menyebabkan pohon mudah rebah dan menurunkan produksi. Rajaguguk(2004) menganjurkan adanya pemadatan tanah untuk tanaman kelapa sawit agar kerapatan lindak tanah meningkat dan akar lebih kuat mencengkram tanah sehingga rebahnya tanaman dapat dikurangi. Pemadatan tanah juga akan meningkatkan hasil karena semakin besarnya serapan.

IV. PENUTUP
4.1. Kesimpulan

Adapun yang dapat di simpulkan pada penulisan makalah ini yaitu bahwa lahan gambut berpotesi untuk tanaman tahunan seperti karet dan khususnya tanaman kelapa sawit ternyata sudah banyak perusahaan beroperasi di Kalimantan Tengah yang menggunakan lahan gambut 21 perkebunan kelapa sawit menurut Data Base di BPMD Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2007, dan besar kemungkinan ada perusahaan kelapa sawit ekspansi di lahan gambut yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia terkait Permentan nomor 14 tahun 2009 tentang pedoman pemanfaatan lahan gambut untuk budidaya kelapa sawit.
Tetapi tidak dipungkiri bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan ketidakberhasilan pengembangan pertanian di lahan gambut antara lain perencanaan yang tidak matang sehingga terjadi banyak pemanfaatan lahan yang tidak sesuai peruntukannya, kurangnya implementasi kaidah-kaidah konservasi lahan, dan kurangnya pemahaman terhadap perilaku lahan rawa gambut sehingga penggunaan teknologi cenderung kurang tepat.

DAFTAR PUSTAKA

Agus, F. dan I.G. M. Subiksa. 2008. Lahan Gambut: Potensi untuk Pertanian dan Aspek Lingkungan. Balai Penelitian Tanah dan World Agroforestry Centre (ICRAF), Bogor, Indonesia.; http://balittanah.litbang.deptan.go.id

Agus, F., T. June, H. Komara, H. Syahbuddin, E. Runtunuwu, dan E. Susanti. 2008. Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim dari Lahan Perkebunan. Laporan Tahunan 2008, Konsorsium Litbang Perubahan Iklim Sektor Pertanian. Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian, Bogor.

Djainudin, D., Marwan H., Subagjo H., dan A. Hidayat. 2003. Petunjuk Teknis Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Komoditas Pertanian. Balai Penelitian Tanah, Bogor.

Hardjowigeno, S. 1986. Sumber daya fisik wilayah dan tata guna lahan: Histosol. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Hal. 86-94. 33

Las, I. 2010. Manfaat, Disain dan Teknologi Pengelolaan Gambut. Disajikan dalam Seminar Lokakarya nasional pemanfaatan lahan gambut bekelanjutan, di ICC, Bogor, IPB. 28 Oktober

Najiyati, S., Lili Muslihat dan I Nyoman N. Suryadiputra. 2005. Panduan pengelolaan lahan gambut untuk pertanian berkelanjutan. Proyek Climate Change, Forests and Peatlands in Indonesia. Wetlands International – Indonesia Programme dan Wildlife Habitat Canada. Bogor. Indonesia.

Noor, M. 2001. Pertanian Lahan Gambut: Potensi dan Kendala. Penerbit Kanisius.
Jakarta.

Sabiham, S. 2010. Disain Pengelolaan Lahan gambut dalam mendukung produktivitas Pertanian berdasarkan teladan selama tiga dekade (1970-2000). Disajikan dalam Seminar Lokakarya nasional pemanfaatan lahan gambut bekelanjutan, di ICC, Bogor, IPB. 28 Oktober

Tim Institut Pertanian Bogor. 1974. Laporan survai produktivitas tanah dan pengembangan pertanian daerah Palangka Raya, Kalimantan Tengah. IPB. Bogor.

Waspodo, R. S. B., Alue Dohong dan I N.N. Suryadiputra. 2004. Konservasi Air Tanah di Lahan Gambut ( Panduan Penyekatan Parit dan Saluran di lahan gambut bersama masyarakat). Proyek Climate Change, arest and peatlands in Indonesia. Wetlands Internatoinal-Indonesia Programme dan Wildlife Habitat Canada. Bagor .Indonesia

Makalah
Mata Kuliah
lahan Gambut Pasang Surut

Potensi Lahan Gambut untuk Perkebunan Kelapa Sawit

Disusun Oleh :
Mastro Satiawan
CAB 107 026

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
FAKULTAS PERTANIAN
JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN
2011
DAFTAR ISI

Halaman
Daftar Isi

I. PENDAHULUAN 1
1.1. Latar Belakang……………………………………………………………………………….1
1.2. Tujuan Penulisan…………………………………………………………………………….2

II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Lahan Gambut………………………………………………………………………………..3
2.2. Pengelolaan air Gambut…………………………………………………………………..3
2.3. Pemanfaatan lahan gambut……………………………………………………………..4

III. PEMBAHASAN
3.1. Data konsesi dan penggunaan lahan gambut untuk perkebunan………………………………..5
3.2. Dampak dan solusi pemanfaatan lahan gambut……………………………………………………….5
3.3. Potensi lahan gambut untuk Tanaman Tahunan………………………………………………………6
3.4. Budidaya Kelapa Sawit pada lahan gambut……………………………………………………………..7

IV. PENUTUP
4.1. Kesimpulan……………………………………………………………………………………8

DAFTAR PUSTAKA

bobot isi tanah

Bobot Isi Tanah

Menurut Hanafiah (2005) bahwa bobot tanah merupakan kerapatan tanah per satuan volume yang dinyatakan dalam dua batasan berikut ini:

(1) Kerapatan partikel (bobot partikel = BP) adalah bobot massa partikel padat per satuan volume tanah, biasanya tanah mempunyai kerapatan partikel 2,6 gram cm-3, dan

(2) Kerapatan massa (bobot isi = BI) adalah bobot massa tanah kondisi lapangan yang dikering-ovenkan per satuan volume. Nilai kerapatan massa tanah berbanding lurus dengan tingkat kekasaran partikel-partikel tanah, makin kasar akan makin berat.

Tanah lapisan atas yang bertekstur liat dan berstruktur granuler mempunyai bobot isi (BI) antara 1,0 gram cm-3 sampai dengan 1,3 gram cm-3, sedangkan yang bertekstur kasar memiliki bobot isi antara 1,3 gram cm-3 sampai dengan 1,8 gram cm-3.

Sebagai contoh pembanding adalah bobot isi air = 1 gram cm-3 = 1 ton gram cm-3 .
Contoh perhitungan dalam menentukan bobot tanah dengan menggunakan bobot isi adalah sebagai berikut:
1 hekar tanah yang diasumsikan mempunyai bobot isi (BI) = 1,0 gram cm-3 dengan kedalaman 20 cm, akan mempunyai bobot tanah sebesar:
= {(volume 1 hektar tanah dengan kedalaman 20 cm) x (BI)}
= {(100 m x 100 m x 0,2 m) x (1,0 gram cm-3 )}
= {(2.000 m3) x (1 ton m-3)}
= 2.000 ton

Apabila tanah tersebut mengandung 1% bahan organik, ini berarti terdapat 20 ton bahan organik per hektar..

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Awan Tag