Just another WordPress.com site


saat Kita Harus Memilih
Penulis : Andrie Wongso
Senin, 28-Pebruari-2011
Talkshow rutin saya pagi tadi di Radio Sonora mengambil tema “Saat Kita Harus Memilih”. Sekilas tema ini merupakan tema biasa karena pada dasarnya setiap hari kita selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan baik sulit maupun ringan. Namun setiap pilihan selalu membawa konsekuensi yang berpengaruh pada masa depan kita. Karena itu sebaiknya kita mempertimbangkan dengan matang pilihan kita agar tidak menyesal di kemudian hari.

Memang ada kalanya, pilihan yang datang merupakan kesempatan yang harus segera diambil karena jika tidak, kita akan kehilangan momentumnya. Namun tetap pengambilan pilihan harus dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan kita sendiri.

Saya punya ilustrasi begini. Ada seorang karyawan yang menemukan peluang usaha. Karena tak mau membuang kesempatan akhirnya ia keluar dari pekerjaan itu. Tak lama kemudian ia menjalani hidup baru sebagai wirausahawan. Sayangnya dalam perjalanannya, bisnis yang baru beberapa waktu dijalani itu bangkrut. Ia pun berpikir ulang dan meragukan pilihannya jadi pengusaha itu sebagai pilihan yang tepat untuk dirinya. Selain itu karena didorong oleh kebutuhan hidup yang mendesak akhirnya ia memutuskan untuk meminta kembali pekerjaan lamanya, yang tentu saja tidak mudah karena sudah diisi orang lain.

Kejadian itu sudah pasti mencederai sikapnya sekaligus menunjukkan ia tidak matang. Menurut saya, kendatipun gaji kecil, gunakan masa bekerja itu sebagai kesempatan belajar. Jika ingin menjalani hidup sebagai wirausahawan, bersabar dulu, pupuk dulu pengalaman sebanyak-banyaknya. Setelah matang baru ambil kesempatan jadi pengusaha sehingga tak perlu bolak-balik seperti tadi.

Contoh kedua. Ada seorang mahasiswa semester delapan yang sambil kuliah juga aktif menjadi anggota MLM (Multi Level Marketing). Dari kegiatan di MLM ini ia memperoleh pendapatan yang memadai dan bahkan berlebih. Sampai akhirnya ia berhadapan pada pilihan sulit, apakah terus mengembangkan MLM atau menyelesaikan sekolah dulu.

Sering kali, karena berpikir bahwa setelah selesai sekolah pun ujung-ujungnya pasti mencari pekerjaan,sementara ia sudah mendapatnya, akhirnya kuliahnya ia putus. Namun jika kuliahnya ia putus, jika suatu ketika terpikirkan betapa pentingnya menyelesaikan kuliah, saat itu sudah tidak mungkin lagi kembali. Oleh karena itu, sebaiknya selesaikan dulu kuliahnya dan bersabar untuk beberapa waktu. Setelah selesai baru kembali menekuni MLM.

Teman-teman yang luar biasa!

Memang tidak gampang memilih. Namun kita harus berani mempertimbangkan kemampuan kita. Tak perlu tergiur pilihan yang seolah akan membawa kita pada kehidupan lebih baik, karena tanpa didasari kemampuan memadai, kesempatan itu justru bisa mencelakakan kita.

Mari, bersabar sedikit untuk hasil lebih baik dan jauh lebih berarti.

Salam sukses luar biasa!!


Ketika kita diberi amanah atau diberi kepercayaan memimpin kita sering mengatakan saya gak bisa, tetapi ketika sudah berada dalam keadaan memimpin ternyata bisa dan mampu. Ternyata orang-orang diantara kita ada banyak yang tidak sadar akan kenyataan kualitas dirinya dalam memimpin. Memang kalau kita berbesar jiwa menakar kapasitas kepemimpinan kita, maka kita harus dengan teliti melihat di level mana kita berada dalam tingkat tingkat kemampuan kita memimpin. Sebagai seorang pemimpin yang notabenenya adalah sebagai panutan atas apa yang dipimpinnya haruslah mempunyai sifat-sifat kepemimpinan yang arif bijaksan serta wibawa yang tinggi agar disegani oleh kalangan orang yang bekerja bersama kita.
Seorang pemimpin harus memnjadi pribadi pemimpin yang :
1. Pemimpin yang Jujur
Kalaulah seorang pimpinan tidak jujur dengan amanah sebagai pemimpin, maka sudah dapat dipastikan nantilah waktu-waktu kehancurannya. Kalau saya boleh katakan jujur itu sangat mahal bahkan saya pribadi tidak mampu untuk membeli kejujuran tersebut. Misal: saya akan memberikan contoh diri saya pribadi dan teman-teman dari ITS. Kita sebagai mahasiswa ITS tentunya tahu aturan-aturan akademik dari pihak birokrasi, ketika kita ujian dan kita ketahuan melakukan perbuatan tidak jujur (baca: kerjasama, ngerpek, dkk) pasti kita akan mendapatkan sanksi akademik, apa sanksi itu? Kalau di ITS sendiri sanksi akademiknya paling banter adalah DO satu semester. Ketika seorang mahasiswa di DO karena perbuatan tidak jujur tersebut maka mahasiswa tersebut harus istirahat satu semester, dan seperti kita ketahui uang semesteran seorang mahasiswa ITS sebesar Rp. 1.300.000. So konklusinya, kalau boleh saya katakan kejujuran seorang mahasiswa ITS dalam akademik adalah sebesar Rp. 1.300.000. itu masih murah, saya contohkan lagi harga kejujuran yang lebih mahal. Tentunya teman-teman tahu masalah bailout Bank Century, kalaulah nantinya terbukti salah dan ada oknum yang ketahuan tidak jujur melakukan kesalahan, maka harga ketidak jujuran oknum tersebut adalah sebesar 6,7 trilyun rupiah. Mahal bukan???

2. Pemimpin yang Bertanggungjawab
Seorang pemimpin mempunyai tanggungjawab yang lebih, tanggungjawabnya adalah mengkoodinir apa yang dipimpinnya. Kalau seorang pemimpin tidak mau bertanggungjawab silahkan turun dari jabatan anda sebagai seorang pemimpin.
3. Pemimpin yang Visioner
Yang ketiga ini adalah tidak kalah pentingnya. Seorang pemimpin yang mempunyai pandangan jauh kedepan tentu lebih baik dari pada pemimpin yang pola pikirnya hanya tebatas oleh kotak yang membatasinya. Maka seorang pemimpin harus mempunyai pandangan yang jauh kedepan.
4. Pemimpin yang Disiplin
Masalah disiplin masih menjadi bahaya laten bagi kita sendiri, sering kali kita sepakati waktu untuk meeting jam sekian tetapi kita sendiri yang melanggar kesepakatan itu, lalu dengan tanpa bersalah kita menjawabnya “halah biasalah jam Indonesia kan gitu sering ngaret” kebudayaan yang seperti itu yang harus dihilangkan.
5. Pemimpin yang bisa Bekererjasama
Ada suatu situasi dimana seorang harus memimpin dengan otoriter dan full power dalam memerintah orang orangnya.Situasi itu adalah ketika insitusi berada dalam situasi krisis , dan perlu membangkitkan perubahan arah pada orang orangnya yang bermasalah . Dalam situasi seperti pemimpin sepenuhnya dapat menangkap dan memahami sumbermasalah institusinya tanpa perlu lebih dahulu memperlihatkan sikap demokratis dalam menggali masalah yang dihadapi institusinya , karena memang masalahnya mudah dekenali sebagai masalah bersama , dan sangat mustahil ada perbedaan persepsi terhadap masalah itu .Setelah itu sang pemimpin segera memulai menyelesaikan masalah institusinya.Bahkan lebih lanjut segera membawa institusinya kearah yang dikehendaki, walaupun dalam situasi sulit. Oleh karena itu kita dituntut harus bisa bekerjasama dengan semua orang terutama dengan relasi kerja kita.
6. Pemimpin yang Adil
Arti adil disini adalah tidak berat sebelah atau tidak memihak. Ketika ada pembagian job atau yang semacam seorang pemimpin harus pintar-pintar membagi porsi kepada relasi kerjanya, karena kalau tida aka nada statement yang tiadak mengenakan dari relasi kerjanya.
7. Pemimpin yang Peduli
Yang terakhir adalah peduli, maksudnya adalah peduli terhadap lingkungan sekitar janagan sampai kita bersikap apatis yang tidak mau tau urusan dan penderitaaan orang lain janagan sampai ada kata-kata “masa bodoh emang urusan ku apa, urusin aja ndiri”.

Nah sekarang gimana dengan kita, sudahkah kita memenuhi beberapa sifat diatas tersebut? Bukankah kita adalah seorang pemimpin, paling tidak pemimpin bagi dirinya sendiri yang nantinya akan dimintai pertanggungjawaban.

Salam Perjuangan!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: